perang Badar 6 : nabi Muhammad memperlihatkan beberapa Mu’jizat

mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyebutan nama-nama, karena memang keterbatasan saya dalam mendengarkan rekaman (sebagai sumber adalah mp3 pengajian KH. Wahid) dan juga pemahaman saya. harap maklum

————

Mengulangi lagi bahwa dalam perang badar ini, Allah mengirim malaikat sebagai Bala bantuan bagi orang-oramng islam, Ini sesungguhnya, karena ada dalam Al Qur’an, yang sebagai orang beriman pasti percaya, dan juga ada cerita-cerita dan kesaksian-kesaksian dari orang-orang yang ketika perang tersebut berlangsung, mereka belum beriman, orang kafir.

Cerita dari orang bani Ghifar, waktu itu saya naik bukit dengan saudaraku yang bukit tersebut dapat untuk mengawasi Badar, waktu itu kami berdua masih dalam keadaan Musyrik, untuk mengawasi mana yang menang, dan nantinya kita ikut-ikut merampas harta yang kalah. Memang ada dalam kebiasaan orang arab, ketika itu yang tidak ikut perang tetapi ikut merebut hartanya saja. Ketika itu, tiba-tiba ada mendung, saya dengar suara kuda, dengan suara yang tidak terlalu keras “hei Khainzun, maju!”, Khaizun adalah nama kuda dari malaikat Jibril.mendengar itu, saudaraku langsung mati, sedang saya tidak sampai mati.

Malaikat itu seperti robot yang mengerjakan segala sesuatu tepat sesuai dengan tugas yang diberikan, bukan seperti manusia yang diberikan akal yang dapat mengembangkannya. Ketika Malaikat ditugasi untuk menolong kaum muslimin dalam berperang melawan orang kafir, mereka bingung “bagaimana cara membunuh orang-orang kafir?”, kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk memberikan ketenangan dan kebahagiaan  kepada kaum muslimin karena Allah akan membrikan ketakutan kepada kaum kafir, dan pukullah kepala mereka serta ruas-ruas tangan dan kaki. Malaikat menerima perintah ini dengan tepat tanpa kesalahan, tidak seperti manusia yang terkadang meleset, sehingga hal ini sebagai penanda, apabila semuanya tepat, maka mereka dibunuh oleh malaikat dan juga ada tanda gosong. Malaikat diturunkan oleh Allah dalam bentuk manusia, sehingga orang-orang kafir tidak curiga bahwa itu adalah malaikat, yang mereka lihat adalah mereka berperang dengan sesama manusia.

Karena itu setan yang menyamar sebagai Suroqoh di tangan Harist, sebelumnya, ia berkata “Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui” setan dapat melihat malaikat sedang orang kafir hanya melihat sebagai manusia biasa.

Ada cerita dari bani Mazid, ada orang yang ketika itu adalah salah satu tentara muslim, “ketika aku mengejar orang kafir, aku memukul orang kafir tersebut, dan sebelum sampai ke kepalanya, kepalanya sudah jatuh duluan, maka saya yakin ada malaikat”.

Suatu saat Nabi bermimpi bahwa orang-orang kafir itu sedikit, dan itu diceritakan kepada para sahabat untuk menyemangatinya. kemudian apakah mimpi Nabi itu salah? mimpi Nabi kok salah, itu menandakan walaupun kaum kafir itu banyak tetapi hakekatnya adalah sedikit, banyak tetapi tidak berarti. Dan benarlah ketika kaum muslimin menghadapi orang-orang kafir, mereka melihat kaum kafir itu hanya sedikit. dan orang kafir juga melihat kaum muslimin itu sedikit.

tapi ketika berhadapan langsung, orang-orang kafir kaget karena melihat kaum muslimin menjadi sangat banyak. Secara dhohir dapat dikatakan hal tersebut dikarenakan karena taktik Nabi saw yang sangat hebat dan tepat sehingga walaupun sedikit dapat terlihat banyak. dan secara batin dapat dikatakan bahwa selain sebab tersebut juga dikarenakan Allah mengirim malaikat untuk membantu mereka.

malaikat turun, ketika itu nabi berada di gubuknya Nabi, belum turun diapit oleh Abu Bakar dan Umar, beliau berkata bahwa malaikat sedang turun dan memerintahkan pasukan maju berperang. kemudian Nabi mengambil segengam pasir, yang diambilkan oleh Sahabat Ali ra, dan kemudian Nabi saw melemparkan pasir tersebut ke arah orang-orang kafir. Mukjizat, pasir tersebut merata sehingga semua orang kafir terkena pasir mata dan hidungnya. Menurut teori, hal tersebut menguntungkan kaum muslimin karena orang kafir kesulitan melihat karena mata dan hidungnya terkena pasir yang menghalang-halangi.

 

Setelah perang badar, kaum muslimin merasa bangga dengan mengatakan “aku yang membunuh dia!” “aku yang memnunuh dia!”. Orang-orang anshor adalah orang-orang Yaman yang kecil, sedang orang Quroisy itu besar-besar. untuk menumpas kesombaongan ini Allah berfirman “Bukan kalian yang membunuh mereka, tetapi Allahlah yang membunuh mereka” untuk masalah nabi yang melemparkan pasir, ALlah menjelaskan “Bukanlah engkau Nabi yang melemparkan tetapi ALlahlah yang melemparkannya”.

 

Setelah kejadian tersebut, kaum muslimin sangat diuntungkan sehingga dengan mudah membunuh orang-orang kafir. Perang Badar itu seram apa tidak? tergantung bagaimana sudut pandangnya. tetapi itu adalah tunggak dari Umat Islam.

 

nabi Muhammad memperlihatkan beberapa Mu’jizat,

– kayu menjadi pedang, ketika berperang pedang Sahabat Ukasah bin Mukhson patah dan kemudian menghadap nabi, nabi saw memberikan kayu “ambil kayu ini dan berperanglah dengan ini!” ketika diambil dan digoyang-goyang, kayu tersebut berubah menjadi pedang. dan pedang tersebut tidak berubah bahkan sampai beliau meninggal kayu tersebut tetap menjadi pedang. Mungkin ini juga ada hubungannya dengan “doa Akasah”. Karena Ukasah ini termasuk Sahabat agung karena termasuk yang dijamin Nabi masuk Surga, “Besok di akhirat ada 70.000 orang yang bersinar seperti cahaya bulan purnama” Ukasahpun meminta doa Nabi “Nabi saw mohon aku di doakan termasuk orang tersebut” dan nabi mengamininya. Ada Sahabat yang mendengar itu, ingin ikut didoakan nabi, tetapi nabi menolak “wah kamu telah didahului Ukasah”.

– ada juga sahabat yang diberikan manggar kurma sehingga berubah menjadi pedang

– Sebelum perang, malamnya, nabi saw berkumpul dan menunjukkan tempat matinya orang-orang kafir, orang ini di Sana, orang ini di sana. Kesaksian Sahabat Umar ra, tempat-tempat yang ditunjukkan nabi, tepat sekali dan tidak mbleset sedikitpun dari apa yang ditunjukkan Nabi saw.

 

sebelum meneruskan perang, nabi berpesan agar tidak membunuh beberapa orang, terutama dari bani Hasyim karena mereka tidak berniat berperang dan hanya terpaksa untuk keluar. Misalkan, Abbas bin muntholib, bila ketemu Abbas, paman nabi sendiri tidak boleh dibunuh, tetapi ketika itu ada Sahabat yang hatinya diganggu oleh setan sehingga protes “Bapakku disuruh membunuh, anak-anakku di suruh membunuh, Tapi Abbas tidak boleh, Maka bila aku bertemu Abbas akan saya bunuh”, nabi saw mendengarnya dan kemudian berkata kepada Umar ra “Ya Aba hafsin (Umar berkomentar, ini pertama kalinya Nabi memanggilku Aba hafsin, biasanya beliau memanggilku Umar), Ya Aba Hafsin, apakah pantas paman Nabi kepalanya dihancurkan?” Sayyidina Umar menimpali “Biar aku yang membunuh Abu Khudzaifah (putra Utbah yang kalah perang tanding), ia orang kurang ajar”. Abu Khudzaimah adalah sahabat yang sangat baik, beliau sahabat Muhajirin juga sahabat perang badar. ketika itu beliau sadar dan sangat menyesal dan kemudian berdoa “tidak bisa dosaku diampuni kecuali aku mati dalam keadaan Syahid” dan Allah mengabulkan doa tersebut, beliau mati bukan di perang badar melainkan mati dalam perang Yamamah sebagai Syahid.

Ada lagi orang yang dilarang dibunuh nabi adalah abu bahtari, ia orang kafir yang sangat baik kepada kaum muslimin, ketika kaum muslimin terusir dan diboikot. Satu-satunya orang yang membantu mengirim makanan kepada orang muslimin adalah abah bahtari ini, bahkan ketika itu Abu jahal mau melarang tetapi kemudian dicegah oleh Abu Sofyan “jangan dijegah Abu jahal, apakah kamu mau mencegah orang yang membantu memberikan makan temannya?” sehingga Abu jahal tidak jadi mencegahnya. Abu bahtari ini juga yang pertama mengajak menyobek perjanjian boikot tersebut. Karenanya Nabi melarang untuk membunuhnya. tetapi, Ada sahabat Al Mujadda, yang hendak membunuh teman Abi Bahtari dan Abi Bahtari menghalang-halangi sehingga ikut terbunuh.

Ada Orang-orang yang ikut perang tetapi dilarang oleh Nabi Untuk membunuhnya.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *