Rungkut Menanggal

di sela-sela acara makesta yang diadakan oleh ancab gunung anyar di claket, saya memperoleh sedikit cerita dari Ustad Fuad. walau menurut beliau cerita ini banyak versi karena hanya cerita dari mulut ke mulut, yang mungkin orang di generasi saya banyak yang tidak mengetahuinya.

Saya mohon kepada beliau untuk bercerita mengenai Kyai Menanggal dan Kyai Mujmal, yang makamnya di makam umum di bangun sebagai penghormatan sebagai pendiri desa Rungkut menanggal. Serta Kyai Abdul Karim dan Kyai Satari yang diabadikan namanya sebagai nama jalan di desa Rungkut menanggal.

Kyai menanggal di dapuk sebagai Orang yang emndirikan desa Rungkut Menanggal, dimana tahunnya sudah tidak terlacak lagi dan ada yang berpendapat bahwa beliau datang ke Rungkut menanggal yang dahulunya adalah pesisir pantai sebelum zaman Sunan Ampel. Salah Satu karomah beliau adalah mendirikan 3 masjid sekaligus dalam satu malam. Masjid Rungkut menanggal Darul Falah, Masjid Rungkut Tengah At Taibin, masjid Wadung asri At Tamim. Dan Mbah Sumbowo yang makamnya terletak di Desa Rungkut Tengah merupakan Keturunan Dari Kyai Menanggal.

Dan Kyai Mujmal hidup sezaman dengan Kyai menanggal tetapi generasinya di bawahnya. Dan salah satu karomah beliau, makamnya setiap malam Jum’at legi bersinar, tetapi sekarang hal itu sudah tidak terjadi lagi (mengapa?)

Sedang Kyai Satari itu adalah seorang Tabib yang sangat sakti, Dapat menundukkan banyak bangsa Jin, bahkan Sawahnya Yang Cukup luas (sekarang menjadi kawasan Pabrik SIER) mampu dipanen dalam waktu singkat yang hasilnya dibagikan juga kepada masyarakat sekitar. Dan Kyai Abdul Karim, beliau belum mengetahui ceritanya, hanya Kyai Abdul Karim meninggal ketika Rungkut menanggal dilanda wabah penyakit.

Kalau yang pernah saya dengar dari Orang lain, Bahwa dahulu di desa Rungkut Menanggal terdapat 3 Orang yang terpandang, Orang yang Ahli Fiqih, Seorang yang Sakti dan Seorang ahli Sufi. Sehingga peta tipe masyarakat asli terbagi dalam 3 area dan banyak dipengaruhi oleh beliau-beliau. Mengenai siapa saja? Saya juga kurang mengerti.

Hmmmmmm Patut bagi kita warga Rungkut menanggal, mengingat sejarahnya.

 

Yang saya Tulis di sini juga belum bisa dipastikan kebenarannya. Alloh A’lam

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

One response to “Rungkut Menanggal”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *