Selain kami adalah Syi’ah ! Fitnah baru yang dihembuskan

Akhir-akhir ini membaca status Fb yang “kelihatannya menyebarkan dakwah Islam” ehhh banyak membahas syiah ini dan itu. apa salah pilih group/accunt ya?

moga artikel dibawah ini dapat menjernikan kita para Aswaja (Ahlussunnah Wal Jam’ah) dalam memahaminya …

UmmatiPress, Fitnah Wahabi –  Dulu kaum wahabi sangat hobi bilang bid’ah dan syirik. Mereka dalam pembicaraannya, baik dalam khotbah-khotbah Jum’at atau di forum-forum resmi atau dalam percakapan keseharian mereka ujung-ujungnya selalu menuduh umat Islam selain golongannya sebagai ahlul bid’ah, sesat dan musyrik.

Tahlilan, Yasinan, do’a selamatan divonis bid’ah sesat dan masuk neraka. Ziarah kubur, tawassul, istighotsah dan tabarruk divonis sebagai amalan syirik, sehingga kaum muslimin selain golongannya yang melakukan ziarah kubur disebut kuburiyun, dan yang bertawassul, bertabarruk, dan beristighotsah disebutnya musyrikun.

Kemudian ustadz-ustadz Aswaja (yang merasa dituduh atau difitnah) tampil memberikan klarifikasi atas tuduhan-tuduhan keliru mereka, dengan cara mengajak dialog terbuka atau mudzakaroh terbuka. Di sinilah para ustadz Aswaja dengan elegan mengemukakan dalil-dalil shahih untuk membantah vonis-vonis keliru sehingga berefek fitnah.

Para ustadz Aswaja tampil unggul dalam hujjah sehingga para ustadz Wahabi selalu tergagap-gagap dalam menanggapi dalil-dalil yang dikemukakan Aswaja. Sederet nama ustadz Aswaja itu antara lain, Ustadz Muhammad Idrus Ramli, Buya Yahya, Tengku Zulkarnaen dan masih banyak lagi yang tidak terkenal.

Semenjak selalu kalahnya mereka dalam beradu hujjah, akhirnya mereka bisa dikatakan tidak berani lagi berdialog tentang persoalan isu-isu Bid’ah dan Syirik. Bisa dikatakan Wahabi itu sudah kalah dalil, tetapi kelihatannya mereka tidak mau sadar atas kekeliruannya. Dan sekarang rupanya mereka justru menjadi rajin mencari kambing hitam.Lalu siapa kambing hitamnya? Tidak lain adalah SYI’AH!

Misalnya kasus di Mesir, kini di sana jika ada seseorang yang tidak mendukung Presiden Mursi maka disebutnya sebagai Syiah. Jadi berapa juta kaum Syiah di Mesir, apakah 22 juta sejumlah rakyat yang turun di jalan-jalan di seluruh Mesir menuntut lengsernya presiden Mursi? Padahal Mayoritas rakyat Mesir adalah Aswaja, Syiah hanya kaum super minoritas sebagaimana halnya di Indonesia di mana kaum Syi’ah adalah kaum yang super minoritas tetapi dibesar-besarkan oleh kaum Wahabi.

Kasus di Suriah, Jika ada orang-orang yang tidak mendukung FSA di Suriah maka disebutnya Syiah yang darahnya halal. Padahal rakyat Suriah mayoritas adalah Aswaja. Sebagai buktinya kalau rakyat Suriah adalah Aswaja bisa di lihat siapa yang menjabat mufti agung Suriah. Mereka bertuturut-turut adalah ulama-ulama Aswaja (Sunni), seperti Syaikh Ramadhan Al Buti, Syaikh Ahmad Hassun sebagai pengganti Al Buti yang gugur syahid dibom bunuh diri dalam masjid al Iman Damaskus saat mememberikan pelajaran agama?

Jika anda memberitakan berita yang sebenarnya terjadi di Suriah, dimana beritanya merugikan FSA (teroris moderat menurut Barat), ISIS, Jaish al-Islam, Jabhat al-Nusra, Ahrar al-Sham dan kelompok teroris lainnya yang ada di suriah, maka sang penyampai berita pasti akan dituduh sebagai Syiah. Kita tahu siapa di balik kelompok-kelompok teror yang telah membuat warga suriah dibantai sehingga mereka terpaksa jadi pengungsi meninggalkan rumah-rumah mereka, di balik teror itu adalah kaum Wahabi. Intinya, jika kita tidak mendukung Wahabi Salafi maka langsung dituduh sebagai Syiah. Seakan ini sudah menjadi rumus pasti akhir-akhir ini.

Padahal selain Wahabi dan Syiah masih ada satu lagi yaitu Aswaja yang menjadi ummat mayoritas dalam Islam. Di antara ketiga golongan ini tentunya punya kemiripan dalam ajarannya antara satu dan lainnya, karena ajarannya sama-sama bersumber dari satu sumber, yaitu Islam. Ajaran Aswaja (Sunni) ada miripnya dengan Wahabi dan Syiah dan sebaliknya.

Tetapi kenapa Wahabi membuat isu seakan-akan di dunia ini cuma ada Wahabi dan Syiah? Kenapa di hadapan kaum Syiah, Wahabi selalu memakai nama Sunni? Wahabi sedang ber-taqiyah sebagai Sunni? Bukankah Sikap Wahabi bertopeng Sunni ini fitnah besar bagi Sunni? (Alif Lamron) (sumber : http://ummatipress.com/ini-fitnah-baru-wahabi-terhadap-umat-islam.html)

Wahabi juga biasa bersembunyi dalam nama Salaf/Salafi agar kelihatan mirip atau dekat dengan istilah “ulama salaf” padahal ulama besar mereka, Ibnu Taimiyah saja lahir: tahun 1263 M/661 H – wafat: 1328 M/ 728 H atau ahli Hadist mereka, Hassan al-Banna lahir: 1906 M – wafat : 1949 M, mereka termasuk baru, berbeda dengan Aswaja Yang rantai keilmuan (sanad) kepada para Imam Madzhab dan para Ahli Hadist, yang pemahamannya turun temurun secara mutawatir sampai pada kita, sehingga Aswaja menjadi golongan terbesar muslimin di seluruh dunia.

Wahabi juga biasa bersembunyi dalam nama ahlussunnah untuk mengaburkan pengikut Aswaja “ahlussunnah wal jama’ah”, dengan menghilangkan kalimat wal jama’ah dan dengan slogan kembali ke Al Qur’an dan hadist, Kita ahlussunnah Wal Jamaah (aswaja) mengikuti Al Qur’an dan hadist melalui para guru kita. sesuai yang beliau proleh dari gurunya, gurunya ke gurunya bersambung kepada Rosululloh. Sehingga kemurnian ajaran dan pemahaman tetap terjaga dari Rosululloh ke kita, apa lagi ditashhih oleh banyak ulama sebagai golongan yang terbesar.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *