Tidak ada Bid’ah dalam Ibadah

Ada budaya yang mungkin tidak mereka akui bahwa mereka sudah membudayakan bahkan “mewiridkan” kata bid’ah tau lemah plus dhoif, dan alergi dengan kebaikan-kebaikan yang dikerjakan kelompok selain mereka.

ini pemahaman bodoh saya saat ini, mau diikuti ya monggo, kalo tidak suka ya tidak perlu mencela. plus mohon maaf, gak ada dalil n saya juga gak paham dalil, so janagn tanya ke saya ya….

“TIDAK ADA BID’AH UNTUK IBADAH” mungkin ini adalah slogan yang pantas diusung. coba saja dipahami perintah Allah “tidaklah Allah menciptakan manusia dan jin KECUALI HANYA UNTUK BERIBADAH”  apa yang anda pikirkan?

diciptakan hanya untuk ibadah?

berapa waktu yang diinginkan Allah untuk kita manusia beribadah?

adakah waktu untuk yang lain?

24 jam sehari, 7 hari seminggu, 31 hari sebulan, 12 bulan setahun, tidak ada waktu kecuali kita harus beribadah !

apakah ada bid’ah dunia dan akhirat? apa tu mau memisahkan manusia dari ibadah??? tu skenario siapa?

dunia itu adalah kebun untuk persiapan kita diakhirat, setiap saat, setiap detik, harus dalam ibadah

ada lagi yang memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum?  pa tu untuk agar semakin tidak memahami kesempurnaa Islam dalam segala bidang? ?? sekenario siapa tu?

hakekat ilmu adalah untuk mendekatkan diri kepada Alloh

Banyak “”””setan”””” yang berusaha menjauhkan Manusia dengan tuhannya, tapi kita terlalu arogan, untuk dapat menerima nasehat dari orang lain.

TIDAK ADA WAKTU DAN KEGIATAN KECUALI HARUS BERNILAI IBADAH, iya. itu yang harus kita tanamkan, setiap gerak, setiap kata, bahkan setiap desahan nafas kita, sendiri, berkumpul dengan orang lain, keras atau pelan, semua harus bernilai ibadah,

bukankah itu yang Alloh inginkan?

sungguh sebenar-benar AHLI BID’AH yang memisahkan antara bid’ah dunia dan akhirat, karena itu sama halnya ingin memisahkan kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat, hendak memisahkan Makhluk dengan Kholiknya.

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (3:35).

Lihatlah Istri Imron melakukan “bid’ah” mempersembahkan anaknya kelak untuk Alloh, dimana hal ini tidak ada dalil yang mengajarkannya, inilah dorongan pengabdian hamba kepada Kholiknya, mereka ingin semua hal hanya karena dan untuk Allah. Apakah kemudian Allah tidak senang dengan bid’ah yang dilakukan istri Imron ini?

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. (3:37)

Kita adalah hamba yang lemah, kita sungguh benar-benar banyak menyia-nyiakan waktu bukan untuk Allah, kita benar-benar telah menyia-nyiakan perbuatan, pemikiran, harta, anak dll bukan untuk Allah.

KITA LAH YANG BERBUAT “BID’AH” SAYYI’AH DENGAN TIDAK MEMATUHI ALLOH, UNTUK TIDAK MEMPERSEMBAHKAN SEMUA UNTUK IBADAH.

Tidaklah diciptakan manusia dan jin kecuali hanya untuk beribadah kepada Alloh.

Tidak ada kata “terlalu banyak ibadah” FIKIRKAN! yang ada hanyalah “terlalu sedikit ibadah”

kita belum dapat mencapai “HANYA BERIBADAH UNTUK ALLAH”

jangan banyak alasan, hatimu tahu ini, kita mengerti ini

Astaghfirulloh,

Alloh A’lam

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *