Wali paidi 1

Dari Salah Satu Group di FB ada cerita yang menarik dan ingin saya bagi, https://www.facebook.com/santrionlinenet/?pnref=story , cerita fiktif mengenai seorang Wali bernama paidi, monggo di simak cerita copas ini……..

WALI PAIDI bag 1 ( satu )

Setiap tgl 10 arofah ada perkumpulan 40 wali diatas gunung di daerah makkah, 40 wali ini tersebar ke seluruh pelosok dunia, dan setiap tahun mereka berkumpul di atas bukit di daerah makkah ini ( maaf tempat dirahasiakan) yg datang ada yg terbang, ada yg naik sajadah sprti aladin, ada yg muncul dr bumi, ada yg naik burung, ada yg cling tahu2 sdh di tempat.

acara tahunan ini ( semacam reuni ) di pimpin lansung oleh king of the king sulthonul aulia ( gak pake pohan ) rajanya pr wali yg setiap masa hanya satu orang di JAGAD SELURUH ALAM SEMESTA ini.
diatas bukit mulai terdengar dentuman2 lantunan dzikir yg terpancar dari hati mereka, diatas bukit para malaikat berwujud awan ikut menyemarakkan acara reuni tahunan ini dg hembusan angin yg sepoi2 berlantunkan takbir, tahmid dan tahlil ( alhamdulillah malaikat e iki yo NU ).
Tampak di kejauhan di bawah bukit ada orang yg tdk terlalu tua tampak tertatih2 dan sngt kesulitan mencoba menaiki bukit, berbeda dg wali2 yg datang sebelumnya, seorang tua ini tampak sangat kesulitan menaiki bukit
dg tongkatnya dia berusaha melewati bebatuan yg terjal dan berliku, kadang dia berhenti sebentar tuk mengatur pernafasannya lalu melanjutkkan menaiki bukit lagi.
Setelah sampai dipuncak tampak jelaslah orang ini, gemuruh nafasnya masih tampak tersenggal2 kecapekan, pakaiannya biasa, jubah putih yg agak kecoklatan agak kotor.
Walaupun kelelahan wajahnya selalu tersenyum dari wajahnya bisa dikatakan orang ini gak gampang meremehkan orang lain, tawadu dan sopan…

Para wali menghentikan aktifitasnya setelah melihat kedatangan orang tua ini, suasana tiba2 hening, satu persatu pr wali menyalami orang ini dg penuh hormat dan takdzim…
” ahlan wa sahlan ya habiballah ya sulthanul aulia…” ucap mereka
Eh…ternyata orang yg tampak biasa sekali ini adalah rajanya para wali, keramatnya dan kesaktiannya se akan tidak ada sama sekali….

” tolong panggilkan paidi arek indonesia itu suruh kesini…” ucap sang sultonul aulia kpd pr wali.
Disela2 kerumunan para wali muncullah seorang pemuda dg jas layaknya tentara dan peci hitam yg agak tinggi, dari wajahnya terlihat kalo paidi ini pemuda yg kocak, dg wajah cengar cengir pemuda ini mendekati sang sultan aulia dan mencium tangannya.
setelah wali paidi ini menghadap, sang sulthon ini berkata kpdnya
” di..paidi sini aku minta rokoknya dan tolong sekalian masak air buatkan kopi..”

hehehe…ternyata wali yg kemana2 bawa rokok dan kopi hanya wali dari indonesia..

Sehabis dari pertemuan dimakkah, wali paidi kembali lagi keindonesia.
Wali paidi pingin mencoba ilmu yang baru saja didapat dari temannya wali dari india, Naseer Khan yaitu ilmu melipat bumi.
Teman wali paidi ini memang terkenal sakti, seluruh biksu di india tidak dapat menandingi kesaktiannya, bahkan biksu dari tibet banyak yang masuk islam, setelah kalah bertarung dengan naseer khan ini.
Ketika berangkat kemakkah wali paidi “nunut” temannya dari india ini, wali paidi hanya disuruh menggandeng tangannya lalu tiba-tiba saja cling wali paidi dan temannya naseer khan sudah berada dimakkah diatas bukit tempat pertemuan.
Dan karena kasihan wali naseer khan ini meng ijazahkan ilmu melipat bumi kepada wali paidi, supaya diacara pertemuan-pertemuan yang akan datang wali paidi tidak repot mencari tunutan lagi.

Wali paidi memejamkan matanya dan mulutnya mulai berkomat kamit membaca doa-doa khusus, tiba – tiba tubuh wali paidi terasa dingin, bumi yang didudukinya terasa seperti es.
Wali paidi membuka matanya tampak didepannya bukit yg tertutup es, dia melihat kebawah, bumi yg didudukinya juga terbuat dari es.

“dimanakah aku ini “ bathin wali paidi
Wali paidi berdiri, melihat sekelilingnya, semuanya tampak putih tertutup salju. wali paidi berjalan mengitari tempat yg belum pernah dilihat selama hidupnya, sepi tiada orang sama sekali. Lamat lamat wali paidi mendengar ada orang yg bersenandung membaca sholawat, wali paidi dengan langkah perlahan lahan mengikuti asal suara senandung sholawat tersebut, dan tampaklah didepannya beruang besar putih, membungkuk ditepi sungai mencari makanan ikan segar
Masya Allah ternyata yg bersenandung itu bukan manusia tapi beruang putih ini. Wali paidi berhenti, beruang putih itu menoleh kepada wali paidi dan berkata kepadanya
“assalamu’alaikum “ ucap beruang itu
“wa alaikumussalam “ jawab wali paidi dg perasaan kaget dan heran
“kamu wali paidi ya, aku tadi dapat khabar kalau nanti ada orang yg kesasar kesini, namanya wali paidi, “ucap beruang itu, setelah memakan ikan yg baru didapatnya beruang putih itu melanjutkan berkata lagi
“kamu jangan kuatir memang sudah biasa orang belajar itu tidak bisa lansung menguasai ilmu yan baru didapatnya, cobalah sekali lagi ” kata beruang tersebut lalu pergi meninggalkan wali paidi.
Wali paidi diam seribu bahasa, wali paidi mendongak ke atas melihat posisi matahari, ternyata dia kesasar ke kutub selatan , dan bertemu beruang putih yg bisa bicara.
Setelah sholat sunnah dua rokaat, wali paidi mulai merapal doanya kembali dan cling…….

sumber cerita : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1769567253261689:0

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *