Ya Alloh Jadikan beliau tetap di hati kami

Segala yang mempunyai awal, ia akan berakhir
Shuhba Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani (q)

Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim
Segala yang mempunyai awal, ia akan berakhir. Kalian meminta saya untuk tinggal. Tetapi bila saya berada di sini selama 20 tahun, bukannya 20 hari dan itu akan berakhir pada hari ini, itu akan sama saja. Di dalam hidup ini, begitulah yang akan terjadi. Tidak ada seorang pun yang akan hidup bersama selama-lamanya, bahkan anak-anak dengan keluarganya, tetangga, teman, saudara, murid dengan syekh, murid dengan guru, semuanya akan menempuh jalan yang berbeda pada suatu hari nanti.

Kita dapat melanjutkannya di dalam hati kita. Ruh kita selalu bersama, bahkan jika secara fisik kita tidak bersama. Hal itu mengatakan kepada kita bahwa kita adalah hamba Allah. Kita semua adalah makhluk-Nya. Bahkan jika busana kita berubah, posisi fitrah kita tidak akan pernah berubah.

Kami tidak sedang memberikan kuliah; saya bukan seorang profesor, melainkan orang biasa, seperti halnya semua nabi terdahulu. Mereka duduk di tanah dengan para fakir, budak, dengan wanita, anak-anak… Kita telah diciptakan dari tanah dan kita harus berusaha untuk dekat dengan tanah. Ini akan memberi kalian akhlak yang baik dan menjadikan kalian lebih tawaduk. Jika kalian duduk di kursi yang aneh, kalian akan merasa bahwa kalian adalah orang yang penting. Menjadi dekat dengan tanah memberi manfaat kepada tubuh kalian. Para ilmuwan mengatakan kepada kita bahwa ada begitu banyak bakteri di sana. Semakin dekat kalian dengan tanah, mereka akan semakin akrab dengan kalian. Mereka akan mengejar orang-orang yang menghindarinya. Seperti halnya dengan anjing: jika kalian bersahabat dengannya, mereka juga akan bersahabat dengan kalian.

Sekarang ini orang-orang tinggal di gedung-gedung pencakar langit yang jauh dari tanah. Mereka berada di bangungan-bangunan beton yang dikelilingi dengan plastik dan logam. Mereka menjauhi alam sehingga berbagai penyakit mendatangi mereka. Mereka ingin tahu, dari mana asalnya kanker. Hal itu disebabkan karena orang-orang menjauhi alam. Bersahabatlah dengan tanah! Kalian telah diciptakan dari tanah dan kalian akan kembali ke tanah, jika bukan hari ini, mungkin besok, atau minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau 100 tahun kemudian.

Kalian tidak bisa lari, kalian akan kembali ke tanah! Jangan lari dari tanah, itu adalah ibu kalian. Jika kalian mendekati tanah, ia akan mengubah sifat alami kalian menjadi lebih baik. Ia akan membuat wajah kalian lebih bercahaya dan menghilangkan kegelapan. Bakteri-bakteri yang mengganggu akan meninggalkan kalian dan kalian akan lebih damai dan nyaman. Inilah sebabnya mengapa para Anbiya biasa duduk di tanah, tetapi sekarang ini orang-orang ingin menjadi elegan. Secara fisik kalian memperoleh manfaat dengan duduk dekat tanah, dan secara spiritual lebih besar lagi manfaatnya. Spiritualitas kalian akan meningkat, karena kalian akan menerima menjadi orang yang tawaduk.

Tidak ada seorang pun yang dapat mengembangkan spiritualitasnya tanpa menjadi orang yang tawaduk. Orang yang paling tawaduk adalah orang yang spiritualitasnya paling tinggi. Karakteristik yang menghambat spiritualitas adalah sombong. Setan berada pada posisi tertinggi ketika ia tawaduk, tetapi ketika ia menjadi sombong, ia tersungkur menjadi yang paling rendah. Kualitas terbaik bagi seorang hamba adalah menjadi hamba yang tawaduk. Siapa pun yang ingin meraih maqam-maqam langit yang tinggi, ia harus menerima bahwa ia bukan apa-apa.

Jika kalian ingin aman, kalian harus melepaskan beban kalian. Di masa lalu, ketika kapal melewati jalur yang berat, mereka akan membuang muatan mereka dari kapal. Jika kalian ingin mencapai Maqam Surgawi kalian harus melepaskan beban kalian dari diri kalian! Bagian terberat dari diri kalian adalah ego, yang ingin menjadi sesuatu, dan tidak pernah mau mengorbankan dirinya. Korbankanlah dia! Bila kalian telah melakukannya, kalian akan mencapai langit dan menjadi seperti cahaya tanpa tubuh fisik yang menghentikan kalian. Ia akan membawa kalian dari tanah ke langit!

Mawlana Syekh Hisyam:
Kita ingin selalu bersama Mawlana Syekh Nazim, tetapi pada hakikatnya kita tidak bersamanya, beliaulah yang bersama kita, karena kita mempunyai amal buruk dan dosa-dosa, dan para awliyaullah dapat menciumnya. Dan beliau tidak meninggalkan kita, beliau bersama kita, dan beliau akan bersama kita di dunia dan akhirat, kita akan berada di tangannya di akhirat insya Allah… Saya tahu bahwa kita semua merasa sedih. Inallaaha Ghayur, Allah senang untuk memiliki kalbu hamba-hamba-Nya, dan semoga Allah memiliki kalbu kita seperti halnya Dia memiliki kalbu Mawlana Syekh Nazim, bi hurmatil habiib fatiha.

Sungguh bersedih hati ini walaupun hakikatnya keberadaan Mawlana tidak pernah bergeser dari sisi kita sebagai seorang Mursyid dan Murobbi.

Dan sesungguhnya telah nyata karomah beliau di antara kita sejak hari kepergiannya beliau hingga saat ini, seakan Mawlana tetap bersama kita di hidup dan kehidupan kita.

(Mawlana Syaikh Mustafa Mas’ud Al Haqqani)

https://www.facebook.com/SyaikhMustafaHaqqani?ref=stream

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *