yasinan itu bid’ah

Akh.. tadi ana kan sesudah shalat magrib ana dzikiran sebentar trus ana pamitan sama bapak untuk pergi ke masjid yasinan disini. Bapak lagi nonton tv.

Bapak mengizinkan tetapi bapak bilang gini “boleh aja, tetapi apa amalan kamu gak sia-sia?, baca yasin malam jum’at nggak ada haditsnya, amalan kamu nanti tertolak karena itu bid’ah, tempat bid’ah di neraka bukan di surga”

trus anaknya nyeletukkin “Insya Allah nggak pak, nonton tv malam jum’at pun nggak ada haditsnya, ayo pak ikut bareng, rame pak di masjid”

trus bapaknya jawab “nonton tv perkara dunia, bapak lebih baik nonton tv seperti ini saja dari pada baca yasin”

tiba2 muncul di pintu seorang tetangganya seorang wanita, ternyata ingin belanja ke mall.

ketuk pintu dan bilang “assalamu alaikum mana ibu pak, aku mau ke mall, ibu mau titip2 gak ?”

trus bapaknya menjawab “ibu lagi didalam”

bapaknya melanjutkan “tuh lebih baik kamu ikut tantemu aja tuh ke mall, makan sate atau apa dari pada baca yasin ke mesjid atau baca2 shalawat nariah”

anaknya menjawab “nggak pak, mau ke mesjid aja” sambil keluar rumah

wkwkwkwwk…

anaknya heran, masa yang baca yasin malam jumat masuk neraka
sedang yang nonton tv dan yang ke mall nggak di neraka

cuma anaknya akhirnya bilang “doain bapakku ya mudah2an di beri hidayah”

https://www.facebook.com/abu.nawas.129/posts/356239147826505

1 comment

  1. Ass. Wr. Wb.
    Dengan mempertajam perbedaan, tak ubahnya seseorang yang suka menembak burung di dalam sangkar. Padahal terhadap Al-Qur’an sendiri memang terjadi perbedaan pendapat. Oleh sebab itu, apabila setiap perbedaan itu selalu dipertentangkan, yang diuntungkan tentu pihak ketiga. Atau mereka sengaja mengipasi ? Bukankah menjadi semboyan mereka, akan merayakan perbedaan ?
    Kalau perbedaan itu memang kesukaan Anda, salurkan saja ke pedalaman kepulauan nusantara. Disana masih banyak burung liar beterbangan. Jangan mereka yang telah memeluk Islam dicekoki khilafiyah furu’iyah. Bahkan kalau mungkin, mereka yang telah beragama tetapi di luar umat Muslimin, diyakinkan bahwa Islam adalah agama yang benar.
    Ingat, dari 87 % Islam di Indonesia, 37 % nya Islam KTP, 50 % penganut Islam sungguhan. Dari 50 % itu, 20 % tidak shalat, 20 % kadang-kadang shalat dan hanya 10 % pelaksana shalat. Apabila dari yang hanya 10 % yang shalat itu dihojat Anda dengan perbedaan, sehingga menyebabkan ragu-ragu dalam beragama yang mengakibatkan 9 % meninggalkan shalat, berarti ummat Islam Indonesia hanya tinggal 1 %. Terhadap angka itu Anda ikut berperan, dan harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Astaghfirullah.
    Wass. Wr. Wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *